Bagaimana Cara Memilih Bibit Tanaman Unggul Yang Tepat

Salah satu cara bertani agar sukses dengan hasil yang melimpah yaitu dengan memilih bibit yang unggul. Dalam memilih bibit kita harus benar-benar tepat agar bisa tumbuh menjadi tanaman dengan hasil yang bagus. Karena jika bibit sudah tidak baik maka kemungkinan gagal panen sangatlah besar. Oleh sebab itu anda harus mengetahui cara tepat dalam memilih bibi yang berkualitas unggul. Bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut ini :

  • Coba Rendam Dalam Air

Langkah awal untuk memilih bibit yang unggul yaitu dengan merendamnya dalam air. Kemudian perhatikan apakah tenggelam atau melayang. Nah, jika bibit tenggelam maka itu bibit yang unggul dan jika melayang itu tandanya bibit tidak unggul. Jadi, buang saja bibit yang melayang karena kemungkinan bisa tumbuhnya sangat kecil.

  • Perhatikan Permukaan Bibit

Setelah melakukan cara di atas, langkah selanjutnya yaitu perhatikan permukaan bibit. Pastikan tidak ada bekas gigitan serangga ataupun ulat. Selain itu bibit yang unggul terlihat lebih segar dan kuat saat ditekan.

  • Pilih Yang Sudah Tersertifikasi

Jika ingin memastikan bibit itu benar-benar unggul, kami sarankan untuk membeli bibit yang sudah tersertifikasi oleh pihak instansi pertanian yang berkaitan.

  • Memiliki Akar Yang Banyak

Bibit yang unggul memiliki akar primer dan sekunder yang banyak. Dan proses tumbuhnya akan lebih cepat seiring berjalannya waktu. Bibit juga tidak akan mati meskipun perubahan cuaca.

Itulah beberapa cara dalam memilih bibi yang unggul yang bisa anda praktekan. Pelajari dengan baik ilmu tentang bertani sebelum mempraktekannya agar memperkecil kemungkinan untuk gagal panen. Semoga dengan membaca artikel ini bisa membantu para petani semua..

Mengenal Jurusan Ilmu Pertanian

Untuk kamu yang saat ini sedang duduk di bangku kelas 12 SMA/SMK, tentu sedang dipusingkan dengan jurusan yang harus dipilih pada saat mendaftar perguruan tinggi nanti. Ya, hal tersebut tentu saja wajar dirasakan oleh para siswa yang sebentar lagi akan disibukkan dengan berbagai ujian. Akan tetapi, sebagian siswa biasanya sudah tahu harus mengambil jurusan apa pada saat kuliah nanti dan biasanya sesuai dengan minat serta passion mereka. Perguruan tinggi di Indonesia, baik negeri maupun swasta menyediakan banyak sekali jurusan yang bisa kamu pilih. Mulai dari jurusan untuk rumpun saintek hingga rumpun soshum. Salah satu jurusan populer yang biasa dipilih oleh siswa rumpun saintek adalah ilmu pertanian. Namun, tidak semua siswa tahu dengan detail mengenai jurusan ini. Jadi, simak penjelasann di bawah ini, yuk.

Apa itu Jurusan Ilmu Pertanian?

Jurusan ilmu pertanian merupakan sebuah bidang studi yang mengkaji manusia pada pengembangan sumber daya alam serta lingkungan supaya berdayaguna untuk keperluan kebutuhan hidup. Jurusan ini lebih banyak belajar dengan memakai pendekatan biologis. Contohnya adalah penelitian mikroorganisme dan bidang pengolahan, jenis tanaman, jenis ternak, teknik pengembangan budidaya, konservasi lingkungan, kebijakan pertanian, dan lain sebagainya.

Kenapa Harus Memilih Jurusan Ini?

Akan ada banyak sekali keuntungan yang kamu dapat sebagai mahasiswa jurusan ilmu pertanian. Berikut ini adalah beberapa diantaranya.

  1. Banyak instansi pemerintah yang membutuhkan lulusan jurusan ilmu pertanian dalam berbagai posisi. Contohnya di Kementerian Pertanian yang membutuhkan tenaga pengawas untuk benih tanaman, tenaga pengendali organisme pengganggu pada tanaman, dan lain sebagainya.
  2. Sebagai negara agraris, pertanian merupakan komoditas utama. Oleh karena itu, prospek kerja lulusan jurusan ilmu pertanian selalu terbuka dengan lebar. Kamu juga bisa membangun usaha sendiri di bidang pertanian.
  3. Mahasiswa jurusan ilmu pertanian mempunyai peran pada masyarakat untuk mengenalkan tata cara pengelolaan lahan pertanian dengan cara-cara yang modern. Dengan begitu, secara tidak langsung kamu membantu para petani dalam meningkatkan hasil panen mereka.
  4. Jika kamu adalah tipikal orang yang senang melakukan eksperimen, maka kamu bisa bekerja di lembaga penelitian untuk menciptakan temuan-temuan baru yang kreatif.

Prospek Kerja Lulusan Ilmu Pertanian

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, lulusan ilmu pertanian mempunyai prospek kerja yang sangat luas. Bahkan tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Di bawah ini adalah beberapa prospek kerja untuk lulusan ilmu pertanian.

  • Peneliti

Pekerjaan ini sangat cocok untuk kamu yang senang melakukan eksperimen di laboratorium dan menciptakan berbagai penemuan varietas baru. Jadi, jika kamu mempunyai minat pada bidang ini, kamu bisa banget mencoba peruntungan bekerja sebagai peneliti.

  • Akademisi

Tidak semua orang mempunyai kemampuan mengajar yang baik. Oleh karena itu, bagi kamu yang memiliki kemampuan tersebut dan tertarik pada dunia pendidikan, tidak ada salahnya mencoba bekerja sebagai akademisi. Akan tetapi, menjadi akademisi pendidikan minimal yang harus ditempuh adalah Strata 2.

  • Konsultan Pertanian

Saat ini banyak orang yang membutuhkan bantuan konsultan pertanian terkait dengan sektor industri pada bidang ini. Maka dari itu, pastikan kamu memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya setelah lulus nanti.

  • Instansi Pemerintah

Kamu juga bisa bekerja di instansi pemerintah, seperti Kementerian Pertanian. Tentu saja di instansi tersebut peluang besar sudah menantimu.

  • Surveyor

Sebagai lulusan ilmu pertanian, kamu bisa bekerja sebagai surveyor pada Badan Koordinasi Survei. Gaji yang ditawarkan juga lumayan besar loh.

Teknologi Pertanian di Indonesia Yang Keren

Berkembangnya zaman dan teknologi, tentunya juga berpengaruh dalam berbagai lini kehidupan, tidak terkecuali  dalam dunia pertanian. Jika kita mengikuti teknologi pertanian di Indonesia, maka semakin hari semakin canggih. Tentunya semakin banyak teknologi pertanian tersebut akan berdampak positif bagi dunia pertanian di Indonesia, khususnya petani di Indonesia.

Dengan bantuan teknologi pertanian akan memudahkan petani mulai dari penanamannya, perawatan hingga pemanenannya. Harapannya ialah ketika panen mendapatkan hasil yang berkualitas dan meningkat, serta biaya produksi yang dibutuhkan petani pun bisa dipangkas sedikit demi sedikit.

Ingin tahu apa saja teknologi pertanian di Indonesia yang keren dan efektif? Simak ulasannya sebagai berikut

Teknologi Pertanian di Indonesia

Berikut ialah teknologi pertanian yang banyak digunakan di Indonesia:

1.      Transplanter

Teknologi pertanian ini direkomendasikan oleh Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementrian Pertanian untuk jarak yang sesuai antar benih ketika ditanam. Sistem yang ditiru dari teknologi ini ialah jajar legowo yang banyak digunakan di Jawa Timur dan sistem ini dipercaya bisa meningkatkan produksi pertanian sebanyak 30%. Selain itu, jarak tanam ini juga akan memudahkan petani ketika perawatan dan memanen.

Berapa harga mesin transplanter ini? Harganya dipatok kurang lebih 75 juta. namun jangan khawatir karena pemerintah juga akan memberikan bantuan mesin ini ke beberapa kelompok tani di berbagai daerah.

2.      Indo Combine Harvester

Teknologi pertanian di Indonesia kedua ialah indo combine harvester. Alat ini memang sudah dikenal di berbagai penjuru dunia karena memudahkan dalam proses pemanenan baik dari pemotongan, pengangkutan, perontokan biji, pembersihan, pemilahan serta penyimpanan.

Bayangkan ketika anda memanen jagung dan padi, tentu membutuhkan banyak tenaga dan waktu. Dengan menggunakan teknologi pertanian ini, anda tidak perlu membutuhkan banyak orang dalam memanen padi, hanya kurang lebih 3 orang saja untuk operator mesin. Teknologi ini mampu memanen 4 hingga 6 jam tiap hektarnya.

Mesin ini akan mencapai kinerja yang optimal ketika digunakan dalam lahan ayang basah karena punya gaya tekan ke tanah yang baik ketika basah. Selain itu, juga untuk meminalisir kemungkinan alat tersebut akan terperosok ke tanah. Dengan menggunakan mesin ini, kebersihan gabah yang dihasilkan 99.5%. Wow, hebat kan?

3.      Teknologi Pemilah Bibit

Tentunya jika anda ingin mendapatkan hasil panen yang bagus dan banyak, harus memilih bibit yang berkualitas bukan? Akan tetapi memilih bibit yang berkualitas memang tidak mudah, terlebih petani yang dulu-dulu sering tidak terlalu memberikan perhatian kepada pemilahan bibit yang berkualitas ini.

Dengan teknologi pemilahan bibit akan memudahkan petani dalam mendapatkan bibit yang terbaik. Sebagai contoh, ketika anda ingin memilah bibit jagung hibrida, dengan menggunakan alat ini akan lebih memudahkan anda. Dengan bibit yang berkualitas dipadukan dengan teknik menanam yang bagus, maka kemungkinan besar hasil panennya juga akan meningkat.

Itulah setidaknya 3 teknologi pertanian di Indonesia yang keren dan sudah mulai banyak digunakan dalam bidang pertanian.  Sebenarnya masih ada banyak lagi teknologi-teknologi pertanian lainnya yang banyak digunakan di Indonesia. Namun ketiga di atas yang menurut kami yang paling keren dan membantu banyak dalam meningkatkan pertanian di Indonesia, khususnya dalam meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya. Jika anda tau, teknologi pertanian di Indonesia yang lainnya, bisa anda tambahkan di kolom komentar ya, apa saja sih teknologi pertanian di tahun 2020 itu.

Cara Sukses Bertani dengan Hasil Melimpah

Pertanian merupakan kegiatan yang sangat penting dan tidak aka nada habisnya. Hal ini karena pertanian merupakan kegiatan yang dapat menentukan ketahanan pangan suatu daerah. Untuk mencapai keberhasilan dalam Bertani tentu dibutuhkan kemampuan dalam bidang pertanian agar tanaman bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. 

Namun, banyak orang yang menyerah hanya karena tidak mau belajar  dan kapok dengan kegagal di awal menjalankan pertanian. Padahal Bertani itu sebenarnya mudah jika kita mau terus belajar, tekun, dan giat berusaha.

Saat ini informasi mengenai bidang pertanian dapat dengan mudah kita pelajari dari internet maupun buku. Hal tersebut membuat petani menjadi mudah untuk mendapatkan ilmu tentang bercocok tanam, pemberian pestisida, cara pengolahan hingga cara penjualan produk pertanian Dengan adanya kemudhan tersebut seharusnya generasi muda sadar untuk tidak gengsi dalam menekuni bidang pertanian.

Kemudahan akses informasi dalam bidang pertanian ini sangat memudahkan kita untuk mengembangkan serta berinovasi dalam bidang pertanian sehingga hasilnya menjadi melimpah dan kinerjanya juga lebih ringan. Resiko gagal panen memang akan selalu ada, tetapi kita dapat melakukan berbagai upaya pencegahan sehingga tidak merugi.

Setiap usaha pasti memiliki resiko masing-masing. Yang terpenting adalah kita harus selalu berupaya untuk meminimalisir terjadinya resiko dan berusaha untuk mengatasinya sebaik mungkin. Nah, berikut adalah tips yang dapat anda praktekan atau dijadikan referensi dalam bertani.

  • Mempelajari Ilmunya Terlebih Dahulu

Kebanyakan petani yang sukses tidak asal-asalan dalam menanam. Mereka sudah mempelajari dan mencari beragam referensi mengenai bidang pertanian. Ketika anda sudah mempunyai modal, jangan tergesa-gesa untuk langsung menanam. Karena jika asal tanam, kemungkinan gagalnya pasti sangat besar.

Sebaiknya pelajari dulu ilmunya sebelum memulai bercocok tanam.  Kita harus mengetahui karakter tanaman, musim, cara perawatannya, dan pemupukannya agar kemungkinan keberhasilannya tinggi. Memang dalam mempelajari bidang pertanian butuh waktu berhari-hari bahkan sampai berminggu-minggu. Tetapi hal ini sangat penting bagi semua petani. Jadi jangan sepelekan ya.

  • Gunakan Bibit Unggul

Pemilihan bibit juga sangat penting. Bagi yang baru belajar/memulai Bertani sebaiknya menanam varietas yang tahan penyakit. Biasanya keunggulan varietas tersebut sudah dijamin oleh produsen benih dan tahan penyakit tertentu sesuai dnegan keterangan yang ada di label. Triknya yaitu anda bisa memilih varietas tanaman yang tahan penyakit sesuai musimnya. Hal ini merupakan cara bertani yang anti gagal.

  • Memilih Tanaman Sesuai Musim

Sebelum menanam, sebaiknya kita harus memperhatikan musim dan varietas tanaman yang akan ditanam sehingga sesuai. Misalnya tanaman cabe, buahnya sangat rentan terserang patek (antraknosa) saat musim hujan sedangkan daunnya mudah keriting dan terserang bulai di puncak kemarau. Oleh karena itu, sebaikya menanam cabe dimulai saat akhir musim penghujan (Februai-Maret)  dan penen diawal musim kemarau.

  • Berikan Pemupukan yang Sesuai Kebutuhan

Pemupukan yang berlebihan justru akan membuat tanaman tumbuh abnormal. Salah satu jenis pupuknya yaitu pupuk Nitrogen. Ketika musim kemarau Nitrogen sangat dibutuhkan oleh tanaman, tetapi ketika musim penghujan Nitrogen sangat melimpah pada air hujan. Sehingga saat musim penghujan tidak perlu diberikan pupuk Nitrogen.

Tanaman kacang-kacangan memiliki kemampuan untuk fiksasi unsur Nitrogen sehingga tidak membutuhkan Nitrogen yang banyak meskipun musim sedang kemarau. Kebanyakan tanaman jenis ini hanya membutuhkan Nitrigen saat awal pertumbuhan dan berkurang kebutuhannya ketika memasuki masa berbunga (generatif).

  • Mengolah Hasil Pertanian Sendiri

Untuk meningkatkan harga jual kita bisa mengolah hasil panen terlebih dahulu agar produk memiliki nilai jual yang lebih tinggi dariapada produk mentah. Hal ini membuat kita bisa menjual hasil panen kita sendiri tanpa melalui tengkulak. Tetapi kita harus punya strategi agar produk kita dapat dipasarkan dengan baik.

Itulah beberapa tips sukses bertani. Tips ini bukan hanya untuk orang tua, tetapi sebagai generasi muda sebaiknya kita menyadari bahwa pertanian  di Indonesia memiliki potensi yang besar karena tanahnya subur.